Pages

allow...

Selamat Datang Di Blog Chindhy Semoga Materi Yang Ada Pada Blog Ini Bisa Berguna Bagi Anda.....

it's me....:P

it's me....:P

Selasa, 09 November 2010

CINTA TERAKHIR (bag 2)

63 tahun yang lalu

Nenek bernama asli Cinta. Dia adalah seorang gadis muda energik yang selalu pergi ke pelabuhan untuk memancing. Orang tuanya tinggal tak jauh dari pelabuhan tersebut. Setiap sore ia selalu pergi memancing seorang diri, dan membawa hasil ikan yang ia pancing sebagai makan malam untuk keluarganya. Cinta adalah gadis yang miskin namun ia tidak ingin dihina karena harus mencuri makanan. Ia pun rela meminta izin memancing kepada petugas. Dengan alat seadanya ia pergi sekitar pelabuhan dan melemparkan alat pancing dan menunggu hingga malam agar keluarganya dapat makan.

Ayahnya adalah seorang tentara yang mengalami lumpuh total karena perang melawan Belanda. Ibunya mengalami sakit jantung. Dan ia menjadi tumpuan keluarganya. Seorang diri dan setiap orang di sekitar kampung tidak ada yang peduli padanya. Terlebih Cinta termasuk gadis tomboy. Sifat lelaki lebih dominan daripada wanita. Dari bahasanya yang kasar. Ia menjadi bahan cemoohan gadis gadis lain. Sehingga ia menjauhi pergaulan.

Jepang datang di kala era kemerderkaan dengan sejuta harapan. Namun harapan untuk merdeka itu hanya sesaat. Semua menjadi berubah, banyak anak gadis di antara kampungnya memilih untuk melarikan diri daripada menjadi budak sex para tentara Kepang. Hal itu mungkin bisa Cinta lakukan. Namun melihat keadaan orang tua. Ia tak tega. Dan satu satunya cara adalah menjadi liar dan memangkas rambutnya agar terlihat menjadi laki laki. Dan cara itu cukup jitu untuk keselamatannya.

Sore semakin lenyap tak ada ikan sedikitpun di ember yang ia bawa. Ia mulai cemas. Seorang pria bermata sipit sedang berjalan seorang diri dengan sepeda lalu memperhatikan Cinta yang termenung seorang diri. Pria itu bernama Hito , putra dari diplomat yang bekerja pada gubernur provinsi. Pria yang masih berjiwa muda namun fasih berbahasa lokal

Ia mendekati Cinta yang kumel dan dekil.

"Hai sedang apa kamu?" tanya Hito

Cinta menatap pria itu dan hanya terdiam

"Aku kan tanya. Sedang apa kamu?" tanya pria itu dan Cinta mulai risih

"Berisik ya. Emang ga liat aku lagi mancing. Pergi sana, bikin ikan pada pergi saja!"

Pria itu sedikit terkejut dengan tingkah orang yang tidak hormat padanya. Dan ia cukup heran. Bukan marah , ia malah menjadi iseng.

"Oh gitu, kalau aku ga mau pergi gimana?" ujar pria itu dan Cinta melotot padanya namun tidak ingin melayani pria itu

Cinta terdiam dan berkonsentrasi untuk memancing. Pria itu semakin usil karena didiamkan oleh Cinta. Ia melempatkan batu batu kecil itu pada pesisir. Cinta pun tak tahan dan mengambil kail pancing dan segera pergi meninggalkan pria itu. Dan melihat Cinta begitu lain daripada orang-orang yang ia kenal. Ia pun mengejar.

"Hei tunggu.berhenti!" teriak pria itu mendekati Cinta "Emang kamu ga tau siapa saya?"

"Emang penting gitu? Aku tau siapa kamu?" sewot Cinta.

"Hm.. ga juga sih. Tapi kayaknya kamu perlu tau !"

"Kalau aku ga mau?"
"Ya harus..!"

"Eh. Denger ya. Aku ga ada waktu buat ladenin orang usil kayak kamu. Pergi sana dan jangan ikutin aku lagi atau...neh" unjuk kail tajam yang ditunjukkan pada pria tersebut dan menjadi sedikit gugup karena melihat Cinta begitu galak

"Kamu ini perempuan atau laki laki sih? Kok suaranya kayak perempuan tapi fisik kayak laki-laki?"

Cinta tidak menjawab pertanyaan pria itu. Ia berjalan kembali, memang pakaiannya yang lebih mirip kuli angkut dengan wajah kotor dapat mengelabuhi siapapun yang melihatnya. Hito semakin kesal dengan tingkah Cinta. Ia berlari kemudian merebut embel yang dipegang Cinta. Cinta panik dan mengejar pria itu. Kemudian berhasil menangkap laki laki itu. Sambil melompati tubuh pria itu hingga terjatuh. Secara tak sengaja pria itu menyentuh payudara Cinta dan terdiam.

"Kamu perempuan..?"

Bokk

Cinta menghajar wajah pria itu
"Kurang ajar ya."
Cinta pun berlari dan pria itu hanya menatapnya dengan perasaan terdiam bingung.

Dalam hatinya berkata. Ini pertama kali dalam sejarah hidup. Ia dipukul bahkan tidak dihormati. Bisa saja ia menyuruh pengawal ayahnya untuk menembak mati Cinta. Namun ada hal lain yang membuat Hito penasaran dengan sosok Cinta yang menjadi misteri di hari ini baginya. Ia hanya menatap Cinta pergi dan berpikir kapan ia akan dapat melihat Cinta kembali.

**
Hito tak pernah berhenti melupakan kejadian hari itu. Ia semakin penasaran dan mencari informasi tentang Cinta. Dari beberapa orang di pelabuhan ia pun mendapatkan informasi tentang dimana Cinta berada setiap harinya. Dan ia mendapatkan Cinta akan selalu datang di sore hari untuk memancing di pesisir pelabuhan. Dan ia pun hari ini bergegas untuk mencari Cinta kembali.

Cinta kembali ke pelabuhan sore harinya. Ia memancing seperti biasanya. Hari ini ia mendapatkan dua ikan besar. Kemudian datang Hito merebut ember yang berisi ikan yang ia miliki. Melihat pria tersebut mengambil makan malamnya ia pun menjadi emosi

"Balikin ikan aku. Cepet. Atau..?"

"Atau apa. Mau pukul aku lagi. Ga gampang lagi?

"Ok.. kamu yang minta ya !!"

Cinta beberapa kali memukul dengan sekuat tenaga. Namun Hito yang mempunyai kemampuan bela diri tidak pernah dapat terjangkau oleh cinta. Cinta pun kelelahan dan tiba tiba terdiam dan menatap pria itu dan menangis.

"Lho kok nangis. Laki laki ga boleh nangis loh?"

"Kalian orang Jepang. Menjajah dan menindas bangsa kami? Bahkan kami tak pernah berdaya untuk mencoba melawan. Andai saja aku punya sebuah senjata maka aku akan membunuh kamu?'

Hito terdiam mendengarkan kata-kata dari Cinta.

"Kamu tau aku orang Jepang?

"Itu ga penting!"

"Kalau kamu tau aku orang Jepang. Kenapa kamu tidak menghormati saya?"
"Lebih baik aku mati daripada harus memberi hormat kepada kalian, binatang!"

Hito menyimaki kata-kata itu cukup dalam lalu meletakan ember itu ke lantai.

"Ini ikan kamu. Asal kamu tau. Bangsa kami memang penjajah tapi bangsa kami bukan binatang, kamu beruntung bertemu dengan aku. Kalau orang lain mendengar ucapan kamu. Mungkin kamu sudah tidak bernafas sekarang!"

Hito kemudian meninggallkan Cinta dengan sejuta rasa marah. Cinta mangambil ikan tersebut dan berlari pulang ke rumahnya. Sesungguhnya ia ketakutan dengan apa yang ia ucapkan. Namun ia hanya bisa menarik nafas panjang karena jiwanya selamat hari ini.

Hito pulang kerumahnya dengan amarah. Ia menembaki langit dengan pistol milik ayahnya. Ayahnya sedikit panik melihat tingkah putranya. Dan bertanya apa yang terjadi

"Kamu kenapa? Sudah gila ya?"
"Pa, kenapa sih kita harus menjajah. Kenapa sih kita harus menjadi negara yang menjajah?"

Ayahnya terdiam kemudian menarik senjata dari anaknya

"Dasar bodoh. Kalau kamu bicara seperti ini lagi. Ayah akan tampar kamu?"
‘Jawab, kenapa Pa?"
"Jawabnya satu. Untuk membuat kamu menjadi tumbuh dewasa seperti sekarang.!!"

Dari apa yang dikatakan ayahnya ia pun tak dapat menjawab lagi. Ia menyadari negaranya menjajah untuk hidup. Dan tak dapat dipungkuri , tanpa menjajah , negaranya hanya sebuah negeri tanpa harta yang bisa diharapkan untuk bertahan hidup. Hito pun menutup dirinya dikamar. Tersirat wajah cinta yang membuatnya merasa aneh. Ia mulai semakin penasaran dengan gadis tersebut.

Suatu hari cinta pulang dari memancing dan mendapatkan tentara jepang yang sedang mabuk dijalan. Tentara itu sedang mabuk dan cinta lewat tanpa menunduk , mereka tersinggung dan mulai bertidak berutal. Ketika menyadari cinta adalah seorang gadis. Mereka mulai menjadi nafsu. Cinta berteriak minta tolong dan tiba tiba muncul hito yang memang datang khusus untuk mencarinya. Hito menampar para tentara nakal tersebut dihadapan cinta. Para tentara itu pergi dengan wajah ketakutan meninggalkan cinta dan hito berdua. Hito melepat jas yang ia pakai untuk menutupi baju cinta yang mulai robek. Tampak cinta menangis. Dan hito terus disampingnya hingga cinta mulai tenang.

"Sudah jangan nangis. " kata hito sambil mengambil ember milik cinta yang isinya masih kosong

"Neh. Embel kamu. Boleh tau nama kamu sapa? Aku Hito!!|"

Cinta tidak menjawab ia masih ketakutan. Kemudian ia berjalan pulang. Hito kemudian menarik tangannya.

"Jangan lewat sana. Disana banyak tentara yang sedang berpesta. Aku antar kamu pakai sepedaku mau?"

"Terima kasih.. aku cinta!"

"Nah gitu dong. Cinta.. yuk!!"

Cinta pun menyadari kalau pria yang ada disampingnya tidaklah seburuk yang ia kira. Ia pun membiarkan pria itu mengantarkannya dengan sepeda. Ditengah perjalanan . hito berhenti disebuah kedai yang menjual daging. Ia menurunkan sepedannya sesaat menuju kedai tersebut dan kembali dengan cukup banyak daging untuk cinta.

"Ini untuk apa?"
"Ini untuk kamu.tadi kan kamu ga dapat ikan. Jadi aku kasih ini saja. Sebagai permintaan maaf atas tingkah laku tentara kami!"|
"Hm.. makasih ya..!"

(....bersambung...>>>)

1 komentar: